SISTEM COMMON RAIL MESIN ISUZU EURO 4
SISTEM COMMON RAIL MESIN ISUZU EURO 4
Sistem Common Rail Mesin ISUZU Euro 4 , adalah suatu sistem pembakaran pada mesin Diesel yang berkerja dengan sistem penggerak REL bersama , yakni antara NOZEL dan Pipa Tekanan Tinggi, yang mana sistem ini dapat menghasilkan kinerja mesin yang Optimal dan effisien.
Pada Mesin Diesel ISUZU perangkat NOZEL injector terbuat dari Bahan Material yang sangat Keras dan tahan panas yang dikenal dengan Material CARBON DIAMON ( DLC )yang berfungsi menahan tekanan dan Panas yang sangat tinggi yang menyebabkan terjadinya kerusakan pada Nozel Injector yang menyebabkan terjadinya kebakaran mesin.
Sistem COMMON RAIL di perkenalkan oleh ISUZU pertama kali pada tahun 2011 yang lalu, dimana sistem Common Rail Diesel nya dipakai pada unit nuit Truk ISUZU GIGA dengan Variant FVZ dan FVM , yang masing masing truk tersebut memiliki Tenaga mesin yang sangat besar.
Mesin Diesel ISUZU dikenal dengan mesin yang Tangguh dan Bertenaga serta Effisien, dalam Penerapan nya di era EURO 4 ini sangatlah berkaitan karena syarat mutlak mesin Diesel Euro adalah yang memiliki sistem kerja dengan Common Rail, yang mana sistem tersebut menghasilkan lebih sedikit Gas Buang.
Sistem kerja mesin Diesel Common Rail adalah , dimana proses terjadinya pembakaran internal, Mesin Indirect Injection bahan bakar disuntikkan secara tidak langsung ke dalam ruang pembakaran. Mesin ini dilengkapi Kamar Terpisah.
Jadi Pada Mesin indirect injection ada 2 kamar yaitu ruang bakar utama dan Kamar yang lebih kecil yang digunakan sebagai tempat Nosel ( pengabut bahan bakar) dan Busi Pemanas.Jadi Sistem kerjanya adalah ketika mencapai TOP, Maka Solar disemprokan ke ruang kamar kecil, lalu terjadi Pembakaran dan pembakaran tersebut akan diteruskan kedalam ruang bakar utama.
Pada sistem Indirect Injection ini Biasanya dilengkapi dengan Busi Pemanas, Untuk membantu membakar bahan bakar pada waktu dihidupkan pada mesin dingin.
Bila Indirect Injection Mesin Diesel, Bahan Bakar Disemprotkan Pada Ruang Kamar Terpisah, Pada Mesin Bensin Indirect Injection Letak Nosel berada di sebelum ruang bakar atau berada di jalur intake ( biasanya berada di belakang katup hisap ) Jadi Ketika Terjadi Langkah Hisap Bahan bakar bensin disemprotkan nosel untuk kemudian terbawa bersama udara masuk, dan ketika langkah kompresi bahan bakar tersebut dibuang.
Pada Mesin Karburator Tugas Nosel Injeksi digantikan oleh karburator.
Pada Mesin Injeksi Langsung Pada Bensin Nosel Penyemprot berada diruang bakar, jadi ketika langkah hisap maka bahan bakar langsung disemprotkan.
Secara Garis Besar konstruksi sama hanya mungkin desain dan penempatan Nosel berbeda dari setiap pabrik mengingat pada bensin selain penempatan multi katup Nosel Injeksi, pada mesin bensin masih harus ada satu tempat lagi yang ditempati oleh Pemantik Api ( Busi ).
SISTEM INJEKSI LANGSUNG - DIREECT INJECTION ISUZU
Sesuai Namanya Injeksi Langsung Pada Diesel jenis Ini, Sudah tidak memakai Kamar terpisah, akan tetapi konstruksinya sudah mirip seperti mobil bensin dimana letak nosel langsung di ruang bakar. dimana ketika langkah isap dan kemudian dilanjutkan langkah kompresi maka Bahan bakar Solar disemprotkan oleh nosel.
Pada beberapa varian diesel direct injection juga dilengkapi dengan glow plug atau busi pemanas seperti pada mesin indirect injection. Hal ini tergantung sepenuhnya dari desain masing masing pabrikan.
Contohnya pada mesin Isuzu Panther 2500 tipe 4JA1 dia adalah tipe Mesin Diesel Direct Injection Tanpa busi Pemanas.
Pada Mesin Diesel yang lama Mekanime Semprotan Diatur oleh Injection Pump atau kalau bahasa montirnya sering kita dengar Istilah BosPom. Injection Pump adalah Sebuah Pompa Injeksi yang memompa bahan bakar ke silinder mesin diesel.
Secara tradisional, pompa injeksi didorong langsung dari poros engkol dengan roda gigi, rantai atau sabuk bergigi (sering timing belt) yang juga mendorong camshaft. Berputar pada kecepatan setengah poros engkol dalam mesin empat-stroke konvensional.
Waktu penyemprotan bahan bakar hanya beberapa derajat sebelum sebelum Titik Mati Atas. Waktu penyemprotan biasanya kita dengar dengan Timing Pengabutan, Timing Pengabutan bisa dimajukan atau diundurkan sesuai dengan keinginan kita yang akan berpengaruh pada performa Mesin ( Kapan Kapan Kita ulas ya …). Besarnya sistem tekanan injeksi dapat setinggi 200 Bar (sekitar 3000psi)
Pada Sistem ini Fungsi dari Injection Pump digantikan Oleh Rail, Pada sistem common rail, bahan bakar dari tangki bahan bakar disuplai ke akumulator. Bahan bakar ini kemudian dikirim melalui pipa ke injectors (rail), yang kemudian disuntikkan ke dalam ruang pembakaran melalui nosel.
Pada Generasi awal Tekanan Bahan bakar sistem commonrail mencapai 600-800 Bar, Sedangkan pada generasi ketiga common rail diesel menggunakan injector piezoelektrik untuk meningkatkan presisi, dengan tekanan bahan bakar hingga 1.800 bar atau 26.000 ps.
KELEBIHAN DARI SISTEM DIESEL COMMON RAIL :
* Dengan tekanan injeksi (pengabutan yang sangat tinggi maka efisiensi dari mesin akan lebih tinggi ( efisinsi lebih tinggi tentunya bahan bakar akan semakin irit dan tenaga jauh lebih baik).
* Mesin diperoleh getaran dan suara yang lebih halus.
* Unit dilengkapi dengan Control electronik ( ECU) sehingga waktu pengabutan, timing pengabutan dapat dengan mudah dimanipulasi oleh Piggy back untuk diperoleh tenaga yang lebih baik.
Posting Komentar untuk "SISTEM COMMON RAIL MESIN ISUZU EURO 4"